webspace hosting reseller hosting|             | blog| forum| dating| free hosting| openhost| report abuse
Internet Fax To Email - Unlimited

Unlimited Faxes, No Fees, Dedicated Phone Number

Free Website Templates
 
Visi:Mengkondisikan lingkungan FMIPA yang ilmiah berdasarkan nilai-nilai keislaman yang universal. Misi:Mewadahi mahasiswa FMIPA dalam mengembangkan bakat, kreatifitas dan wawasan yang dibingkai dengan syari’at islam..::Serambi Ruhiyah Mahasiswa FMIPA IPB::..
| home | profil serum g | guestbook | kirim artikel | download | webmail | contact | controlpanel |
 
   Home
Profil Serum G
Sejarah
Visi, Misi dan Renstra Serum-G 2008
Program Kerja Serum-G 2008
Galeri Foto Kegiatan

   Layanan
Download
Join Milist Serum G

   Artikel
Tarbiyah FMIPA
Opini Islami
Tausiyah
Cerita/Sirah
Kabar Serum-G
Sains dan Teknologi

   Pesan Singkat
Nama*
Email
Pesan*
*harus diisi

   


Religiusitas dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Jumat, 17 Agustus 07 - oleh : admin

Sebelum ilmu pengetahuan dibebaskan oleh kaum reformis pada masa aufklarung atau zaman pencerahan, filsafat dan ilmu pengetahuan adalah sebagai accella theologia (ilmu bantu teologi). Ilmu pengatahuan digunakan untuk membuktikan adanya Tuhan. Tetapi masa pencerahan datang semua pemahaman yang berbasis agama dianggap non-sense (tidak masuk akal alias omong kosong). Hanya pemikiran yang bisa diuji secara material, fisik yang dianggap make-sense (bisa diterima akal). Dari situlah filsafat dan ilmu pengetahuan kemudian tidak menjadi alat bantu teologi (agama), tetapi menjadi alat bantu teknologi.

Agama diletakkan pada sudut kehidupan yang kurang penting. Sementara teknologi terus dikembangkan. Anehnya, dalam perkembangan tersebut semakin menunjukkan kebenaran agama, terutama mengenai misteri alam semesta dan keagungan Tuhan di dalamnya. Tetapi sayangnya bukti kebesaran Tuhan serta misteri alam yang hampir tanpa batas itu tidak membuat mereka mengakui kebenaran. Sebaliknya mereka malah semakin jauh dari nalar agama, bahkan semakin ingkar.

Semuanya itu terjadi karena terjadi perubahan para ilmuwan dalam menempatkan diri. Pada dasarnya para ilmuwan besar itu sadar bahwa teori-teori yang dibangun bukanlah sebuah creation (ciptaan) melainkan invention (penemuan). Namun ketika keangkuhan telah menguasai jiwa manusia maka diubahlah status dirinya dari sekadar penemu diganti dengan pencipta. Salah kaprah itu bahkan dibakukan dengan penetapan adanya hak cipta, padahal statusnya hanya hak temu, karena yang dilakukan hanya menemukan, setelah mengais fenomena alam maupun sosial.

Padahal menurut ajaran agama manusia hanya bisa menemukan, karena penemuan itu sebuah proses penggabungan minal wujud ilal wujud (dari ada yang tidak sempurna menjadi ada yang sempurna), sementara penciptaan adalah sebuah proses mutlak minal ‘adam ilal wujud (dari tiada menjadi ada). Dalam hanya Tuhanlah Sang Maha Pencipta (Al-Khaliq), manusia hanya mengais misteri dari apa yang sudah diciptakan Tuhan.

Dengan hadirnya teknologi dari teknologi aeronetika, termasuk teknologi informasi, misteri yang selama ini banyak dikisahkan dalam Isra’ Mi’raj seperti yang sedang kita peringati saat ini, semakin banyak terbukti, sehingga semakin kita yakini kebenarannya. Sesuatu yang dulu hanya kita percaya tanpa bukti, sekarang kita bisa memperoleh bukti, sehingga membuat orang beriman lebih percaya, setelah misteri Isra’ Mi’raj terkuak.

Mengembalikan ilmu pengetahuan dan teknologi pada khittahnya terbukti sangat penting dan mendesak, sebab perkembangan teknologi saat ini, tidak hanya merusak alam, tetapi juga merusak etika kehidupan bahkan mengancam eksistensi kehidupan manusaia bahkan makhluk bumi semuanya. Padahal khittah ilmu pengetahuan adalah sebagai sebuah pengabdian baik untuk sesama manusia, terhadap Tuhan dan tidak ketinggalan terhadap alam semesta. Tidak hanya di Barat atau di Timur, banyak sekali ilmuwan yang kemudian menjadi suhu, atau begawan, karena justru dengan pengetahuannya itu mereka semakin dalam keimanannya, sehingga juga semakin tinggi pengabdiannya.

  kirim ke teman |   versi cetak


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Formulir Komentar | Aturan >>

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar

 
   
   Pencarian

cari di  
 

   Jajak Pendapat
Bagaimana pandangan anda tentang Serum G sebagai lembaga dakwah FMIPA :

Sangat Optimal
Optimal
Kurang Optimal
Tidak Optimal
Netral


   Kalender