| |
Artikel |
Pesan Singkat |
|
|
 |
|
MENJADI MAHASISWA MUSLIM SAINS Sabtu, 11 Agustus 07 - oleh : Ihsan
Islamisasi Sains dan Syiar Sains Islam
Islamisasi sains adalah upaya untuk memasukkan tatanan nilai-nilai dan hukum islam ke dalam ilmu sains. Nilai dan hukum tersebut merupakan penerjamahan dari konsep aqidah, syari’ah, dan akhlaq seorang muslim. Sebagai dampaknya adalah adanya proses islamisasi terhadap subjek sains itu sendiri, dalam hal ini dimainkan oleh calon-calon ilmuwan (mahasiswa sains) dan ilmuwan yang sedang meniti karirnya di bidang sains. Di dalam kehidupan sehari-hari, program islamisasi sains telah ada di sekitar kita. Adanya bantahan-bantahan terhadap Darwin tentang teori evolusinya merupakan salah satu contoh upaya kita untuk mengislamkan sains, khususnya ilmu biologi apalagi ditampilkan yang begitu realistis dan ilmiyah. Sungguh masih banyak lagi konsep-konsep sains yang sangat jauh dari nilai-nilai aqidah Hal ini membutuhkan sentuhan tangan para muslim sains untuk melakukan syiar islam untuk mengishlahnya menjadi lebih islami.
Upaya islamisasi sains harus diimbangi dengan kegiatan syiar sains islam. Apa beda keduanya? Jika islamisasi sains bertujuan melahirkan konsep dengan wajah yang baru sedangkan syiar sains islam bertujuan mensosialisasikan yang sudah ada. Ruang lingkup kegiatan syiar sains islam adalah segala upaya tarbiyah terhadap umat (pihak-pihak yang memanfaatkan sains dan atau berhubungan dengan sains) yang berorientasi pada ajakan persuasif untuk berpikir ilmiah. Di samping itu syiar sains islam berupaya pula untuk menyebarkan nilai-nilai keindahan dan hikmah ajaran islam yang dikaitkan dengan fakta ilmiah modern.
Tanda-tanda “Muslim Scientist”
Seorang mahasiswa sains haruslah setidaknya memiliki 6 (enam) tanda-tanda (karakteristik) yang dimiliki oleh seorang ilmuwan muslim. Tanda-tanda tersebut adalah sebagai berikut.
1. Belajar dengan sungguh-sungguh
Seorang muslim sangat menyadari akan hakikat semua aktifitas hidupnya adalah dalam rangka pengabdiannya kepada Allah SWT, sehingga dirinya haruslah mengoptimalkan semua potensi yang dimilikinya untuk sebesar-besarnya digunakan meningkatkan taraf hidup kaum muslimin. Begitu juga dalam hal menimba ilmu, seorang maahasiswa sains sudah seharusnya bisa bersungguh-sungguh dalam hal ini. Karena dia yakin bahwa suatu saat ilmunya pasti bermanfaat untuk kaum muslimin.
2. Berpihak pada kebenaran
Seorang muslim sangat menyadari bahwa ilmu yang bermanfaat yang didapatnya itu kesemuanya dari sisi Allah SWT. Allah-lah yang telah mengajarinya dan membuatnya bisa mengenal alam semesta ini. Sehingga sebagai konsekuensinya, maka ia haruslah berpihak kepada kebenaran yang telah diturunkan Allah SWT, tidak peduli ia harus berhadapan dengan para oportunis, dan tidak peduli walaupun yang berpihak kepada kebenaran itu sangat sedikit. Karena ia tahu bahwa saat menghadap Allah SWT kelak, masing2 akan mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri2 dan Allah SWT tidak akan menyia2-kan setiap perbuatan walaupun kecil.
3. Kritis dalam belajar
Setiap muslim mengetahui bahwa kebenaran yang terkandung dalam ilmu pengetahuan yang dipelajarinya bersifat relatif dan tidak tetap. Sehingga ia selalu berusaha bersifat kritis dan tidak menelan bulat2 apa yang dipelajarinya dari berbagai ilmu pengetahuan modern tanpa melakukan suatu pengujian dan eksperimen. Bisa saja suatu saat nanti teori yang saat ini dianggap benar akan ditinggalkan, karena kebenaran teori bersifat akumulatif, sehingga dengan semakin berlalunya waktu maka akan semakin mengalami penyempurnaan. Hal ini berbeda dengan kebenaran al-Qur’an yang bersifat absolut karena ia diturunkan oleh Yang Maha Mengetahui akan kebenaran.
4. Menyampaikan ilmu yang didapatkan
Sifat kaum muslimin yang keempat adalah berusaha mengamalkan ilmu yang sudah didapatnya dengan berusaha menyampaikannya sedapat mungkin kepada orang lain. Karena pahala ilmu yang telah dipelajari akan menjadi suatu amal yang tidak pernah putus walaupun ia telah tiada, jika telah menjadi suatu ilmu yang bermanfaat.
5. Sangat takut kepada Allah SWT
Sifat yang kelima dari seorang ilmuwan muslim adalah bahwa dengan semakin bertambahnya ilmu pengetahuan yang didapatnya maka ia merasa semakin takut kepada Allah SWT. Hal ini disebabkan karena dengan semakin banyaknya ilmunya, maka semakin banyak rahasia alam semesta ini yang diketahuinya dan semakin yakinlah ia akan kebenaran firman Allah SWT dalam kitab-Nya. Bukan sebaliknya, semakin pandai maka semakin jauh ia kepada Allah SWT.
6. Bangun diwaktu malam
Ciri seorang ilmuwan muslim yang keenam sebagai konsekuensi dari ciri kelima diatas adalah bahwa dengan semakin yakinnya ia kepada penciptanya maka akan semakin banyak ia beribadah kepada-Nya dan sebaik-baiknya ibadah adalah ibadah yang dilakukan diwaktu malam.
[] Dari Berbagai Sumber kirim ke teman | versi cetak
Tidak ada komentar tentang artikel ini.
Formulir Komentar | Aturan >>
|
|
 |
|
Pencarian |
Jajak Pendapat |
Kalender |
|