webspace hosting reseller hosting|             | blog| forum| dating| free hosting| openhost| report abuse
Internet Fax To Email - Unlimited

Unlimited Faxes, No Fees, Dedicated Phone Number

Free Website Templates
 
Visi:Mengkondisikan lingkungan FMIPA yang ilmiah berdasarkan nilai-nilai keislaman yang universal. Misi:Mewadahi mahasiswa FMIPA dalam mengembangkan bakat, kreatifitas dan wawasan yang dibingkai dengan syari’at islam..::Serambi Ruhiyah Mahasiswa FMIPA IPB::..
| home | profil serum g | guestbook | kirim artikel | download | webmail | contact | controlpanel |
 
   Home
Profil Serum G
Sejarah
Visi, Misi dan Renstra Serum-G 2008
Program Kerja Serum-G 2008
Galeri Foto Kegiatan

   Layanan
Download
Join Milist Serum G

   Artikel
Tarbiyah FMIPA
Opini Islami
Tausiyah
Cerita/Sirah
Kabar Serum-G
Sains dan Teknologi

   Pesan Singkat
Nama*
Email
Pesan*
*harus diisi

   


Statistik Kembali Beraksi
Selasa, 24 Juli 07 - oleh : Ratih Nokowati

Statistik kembali beraksi. Seorang peneliti MRI ( Marketing Research Indonesia ), Harry Puspito meluncurkan hasil surveinya (2001) tentang kehidupan anak. Mengejutkan !!! Bagaimana tidak, judul yang menjadi landasan survei tersebut adalah Kid's World - The Future Market. Ehm... ujung-ujungnya bisa ditebak, anak sebagai komoditi bisnis dan uang. Menggunakan sampel dari enam kota besar yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar berlangsung pada bulan Mei hingga Juni. Sebagai objek survei adalah anak-anak berusia 7-14 tahun dan ibu dari anak berusia 0-14 tahun. Hasilnya.... 25 % balita alias bayi dibawa lima tahun sudah bisa melirik televisi. Menginjak usia lebih dari satu tahun, 92 % anak-anak sudah terbiasa menonton aksi jagoannya seperti Megaloman, Gundala, atau Pahlawan Bertopeng, heeemm!!. Bahkan 100 % anak-anak ketika usia Taman Kanak-Kanak (TK) hingga usia SMP (12-14 tahun) menjadi langganan setia televisi. Fantastis !


Tahun 2007, lag 6 tahun dari 2001. Meski data yang dipakai mungkin sudah tidak up date (baca : kadaluarsa) namun kita tidak bisa mengacuhkannya begitu saja. Data itu bisa dijadikan bukti bahwa televisi adalah media yang lebih menarik dan efektif dalam proses belajar anak dibandingkan koran, majalah, buku, radio, dll. Secara kualitatif variasi hiburan pertelevisian untuk anak dari tahun ke tahun meningkat.


Sebut saja, sinetron My Heart versi anak-anak. Wuiiih....... Tidak berbeda jauh dengan sinetron percintaan gaya remaja. Atau Crayon Sincan dengan kenakalan dan vulgaritasnya.


NCR ( Nada Cipta Raya ) dengan Harun Yahya-nya sudah bisa menembus industri pertelevisian. Meskipun tayangannya hanya seminggu sekali dan itupun pukul 6 pagi. Weleh...weleh...Siapa yang nonton? Padahal Beavers, Skilful Dam Constructors atau The Glory in the Heaven adalah sample judul tayangan Harun Yahya anak dengan kualitas tidak perlu diragukan. Lalu bagaimana perkembangan stasiun televisi islami MQ ? Dengar-dengar baru suaranya saja yang terdengar alias belum ada gambarnya. Tapi, itu semua merupakan sebuah kemajuan yang patut diacungi jempol.


Tantangan ??? Yup, you right. Bukan menjudge, tapi sebuah realita ternyata da’wah masih kurang menyentuh dunia pertelevisian. Ini adalah sebuah tantangan. Kader da’wah dituntut ‘ngilmu’ dan bisa masuk kesegala aspek. Termasuk perfilman, persinetronan, periklanan, atau hal-hal yang berbau pertelevisian.


Ternyata masih banyak pekerjaan rumah kita yang masih ngantri dan perlu diurus. Tidak rela rasanya, anak titipan Sang Khalik mendapat asupan-asupan nda mutu dan nda jelas.


Wallahu’alam bi showab.

Sahabat Ayub bin Musa meriwayatkan hadist dari ayahnya dari kakeknya, bahwa Rasulullah telah bersabda : “Mendidik budi pekerti luhur kepada anak lebih utama daripada bersedekah setakar buah kurma” (HR.Tirmidzi)

By : Ratih Nokowati ( ukhti_noko@yahoo.com)

  kirim ke teman |   versi cetak


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Formulir Komentar | Aturan >>

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar

 
   
   Pencarian

cari di  
 

   Jajak Pendapat
Bagaimana pandangan anda tentang Serum G sebagai lembaga dakwah FMIPA :

Sangat Optimal
Optimal
Kurang Optimal
Tidak Optimal
Netral


   Kalender