webspace hosting reseller hosting|             | blog| forum| dating| free hosting| openhost| report abuse
Internet Fax To Email - Unlimited

Unlimited Faxes, No Fees, Dedicated Phone Number

Free Website Templates
 
Visi:Mengkondisikan lingkungan FMIPA yang ilmiah berdasarkan nilai-nilai keislaman yang universal. Misi:Mewadahi mahasiswa FMIPA dalam mengembangkan bakat, kreatifitas dan wawasan yang dibingkai dengan syari’at islam..::Serambi Ruhiyah Mahasiswa FMIPA IPB::..
| home | profil serum g | guestbook | kirim artikel | download | webmail | contact | controlpanel |
 
   Home
Profil Serum G
Sejarah
Visi, Misi dan Renstra Serum-G 2008
Program Kerja Serum-G 2008
Galeri Foto Kegiatan

   Layanan
Download
Join Milist Serum G

   Artikel
Tarbiyah FMIPA
Opini Islami
Tausiyah
Cerita/Sirah
Kabar Serum-G
Sains dan Teknologi

   Pesan Singkat
Nama*
Email
Pesan*
*harus diisi

   


Kenangan Pahit 40 tahun Penjajahan Zionis
Kamis, 07 Juni 07 - oleh : admin

KENANGAN PAHIT 40 TAHUN PENGUASAAN
YAHUDI ATAS MASJID AL-AQSHA

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkati sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dan tanda kebesaran Kami”
(Q S, Al-Isra’:l)

1.PENDAHULUAN
Hari ini (7 Juni 2007) tepat 40 tahun masjid al-Aqsha dikuasai oleh Zionis. Kesucian dan kemulian Masjid al-Aqsha yang selama ini dibawah perlindungan umat islam lenyap karena dicemari oleh tangan-tangan kotor Zionis. Sejak 40 tahun arogansi dan kedengkian Zionis terhadap kota suci tersebut ditumpahkan dalam bentuk pengotoran masjidnya, pengrusakan bangunannya, penistaan penduduknya terus menerus tanpa pernah berhenti, perampasan tanah-tanah disekitarnya untuk kepentingan zionis. Puluhan terowongan dibangun sambung menyambung untuk ruang kebaktian, musium untuk meletakkan buku-buku kunonya, bahkan ruang-ruang khusus untuk meletakkan peralatan-peralatan Haikal Sulaiman yang khurafat. Semuanya dibangun persis dibawah masjid al-Aqsha. Hingga saat ni proyek penggalian terowongan di bawah masjid tersebut terus dilakukan tanpa berhenti dengan dalih mencani Haikal Sulaiman yang hilang, padahal satu buah pakupun tidak ditemukan sepanjang 40 tahun penggalian di lokasi tersebut. Aljazeera telah menemukan 70 terowongan Israel di bawah k Masjis al-Aqsha. Pada tanggal 25 September 2006 telah dibuka Sinagog di bawah tanah al-Aqsha setelah dibangun selama 10 tahun.
Sementara itu Ketua Harakah lslamiyah di Palestina ‘48, Syaikh Raed Shalah penemu terowongan mengatakan :‘ bahwa penggalian yang sudah di mulai di bawah masjid al sejak tahun 1967 ini sampai hari ini masih terus dilakukan, setelah dibangun Sinagog Yahudi d bawah masjid al-Aqsha yang terdiri dan dua tingkat untuk laki-laki dan wanita (tahun 1996)’. Hadir dalam pembukaan.pembangunan Presiden Israel Moshe Katzav. Syaikh Shalah menambahkan, penggalian-penggalian itu telah menyebar bercabang-cabang dan arah bawah masjid dan dengan kedalaman yang berbeda-beda. Penggalian telah dirnulai ke berbagal arah menjauh dan masjid. Mereka menggali terowongan yang menghuhungkan antara terowongan-terowongan yang ada di bawah masjid dengan kampung Silwan yang berdampingan dengan masjid. Juga dengan terowongan-tenowongan panjang dan bawah masjid hingga ke gedung-gedung milik tokoh utama Yahudi di Panlemen dan pemerintah. Selain itu juga ke rumah tokoh-tokoh Yahudi yang melakukan ritual di dalam Sinagog tersebut.
Zionis memang berhasil memenangi perang urat syaraf terhadap umat Islam. Mereka berhujjah bahwa kawasan suci umat Islam baitul Maqdis adalah yang terletak di atasnya sementara yang dibawah masjid adalah miliknya. Dengan hujjah seperti itu umat Islam tenpaksa menerima dengan gigit jari dan Israel terus melakukan proyek penggalian. Sesungguhnya negeni Palestina yang didalamnya terdapat Baitul Maqdis sebagai jantungnya adalah kota suci umat Islam yang ketiga setelah Mekah dan Madinah. Baitul Maqdis bukan milik orang Palestina saja walaupun mereka adalah onang-orang yang paling berhak memilikinya. Tetapi Baitul Maqdis adalah milik setiap orang Islam dimanapun ia berada di barat maupun di timun. Ia adalah denyut nadi akidah kita sebagai penyempurna tiga masjid suci. Nabi Muhammad s.a.w bersabda:
Artinya “Janganlah kamu bersegera untuk men gadakan perjalanan kecuali untuk men uju tiga masjid iaitu Masjidil Haram, Masjidil Aqsa dan Masjidku ini” al-hadist.


2. KEMULIAAN BAITUL MAQDIS
Baitul Maqdis adalah sebagian dan negara Palestina dan bahkan ia merupakan buah mata dan urat nadinya. Allah SWT telah menerangkan sifat negeri ini dengan “keberkatan” pada lima tempat di dalam Kitab-Nya, diantaranya adalah Pertama: Dalam surat Al-Isra’ ketika Allah SWT mensifatkan Masjidil Aqsa sebagai: “Yang kami berkati sekelilingnya” (Al-Isra ‘:1). Kedua: Ketika Allah SWT berfirman tentang Kekasih-Nya Ibrahim AS: “Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Lut ke sebuah negeri yang Kami telah memberkatinya untuk sekalian alam” (Al-Anbiya ‘: 71)
“Dan Kami jadikan di antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya beberapa negeri yang berdekatan dan kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak jarak) perja/anan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada alam dan slang han dengan aman” (QS-Saba’: 18) dll
Negeri-negeri yang diberkati Allah ini ialah Syam dan Palestina. Seorang ulama tafsir, Al-Alusi penulis tafsir Ruhul Ma’ani berkata: “Yang dimaksudkan dengan negeri-negeri yang diberkati dalam ayat di atas.adalah negeri Syam karena banyaknya pohon-pohon dan buah-buahannya serta keluasan hidup untuk penduduknya. Berkata lbnu Abbas: “ adalah Baitul Maqdis, dan berkata ibnu ‘Atiyyah: “Sesungguhnya para ahli tafsir berijma’ bahwa yang dimaksudkan di situ adalah Baitul Maqdis”. Allah berfirman, maksudnya : “Demi (buah) Tin dan (buah (Zaitun) dan demi bukit Sinai dan demi Kota (Makkah) mi yang aman “(QS,At Tin:1-3). Bahwa yang dimaksudkan dengan Tin dan Zaitun adalah tanah dan bumi yang tumbuh padanya Tin dan Zaitun, yaitu Baitul Maqdis” (Ruhui-Ma’ani, Imam Al-Alusi, 22-129).
lbnu Kathir berkata: “Sebagian para Imam berkata: “Dan tiga tempat inilah Allah niengütus nabi-nabi ulul ‘azmi yang membawa syariat-syariat yang besar, yaitu: Pertama: Tempat Tin dan Zaitun, yaitu Baitul Maqdis dimana padanya Allah SWT mengutuskan isa Ibnu Maryam AS”. Kedua: “Bukit Tursina di mana di atasnya Allah SWT berbicara kepada Musa ibnu ‘Imran AS”. Ketiga: “Makkah, yaitu negeri yang aman di mana setiap orang yang memasukinya akan mendapatkan keamanan”. Dengan penafsiran mi, maka harmonilah tiga bagian diatas, yaitu apabila negeri yang aman menunjukkan kepada tempat tumbuhnya Islam dengan risalah Muhammad s.a.w, manakala Tursina menunjukkan kepada tempat tumbuhnya Yahudi dengan risalah Musa, maka sesungguhnya Tin dan Zaitun adalah menunjukkán agama yang dibawa oleh risalat Isa yang tumbuh di samping Baitul Maqdis. Dia (Isa) menyampaikan ajaran-ajarannya yang terkenal di bukit Zaitun”


3. PENAKLUKAN ISLAM ATAS PALESTINA DAN AL-AQSHA
Setelah Nabi SAW wafat (tahun 632), ekspansi ke luar Semenanjung Arabia dilakukan para khalifahnya. Tanah Palestina ditaklukkan pada masa Abu Bakar as-Siddiq (632-634). Amr bin As, setelah menaklukkan Gaza (Mesir), secara berturut-turut menaklukkan Samarra, irak, Nablus, Ludd dan daerah sekitarnya, Yupna, Awamas, Bait Jibrin (Arab Saudi), Yapa, dan Rafah. Abu Ubaidah pada masa Khalifah Umar bin Khattab (634-644) berhasil menaklukkan Elia (sebutan Yerusalem pada masa itu) dan umat Islam tidak menerima penyerahan Baitul Maqdis dari orang-orang Yahudi, dan bahkan ketika itu tidak ada satu orang Yahudi pun yang terdapat di sana. Hal ini ialah karena orang-orang Romawi telah melarang kewujudan orang-orang Yahudi di Palestina, semenjak mereka mengakhiri kewujudan Yahudi di sana sejak lebih dari empat abad. Di antara syarat yang diterima oleh Umar ibnu Al-Khattab dari Patriak BaituI Maqdis ketika menerima penyerahan kota tersebut adalah: “Agar Eliya (Baitul Maqdis) tidak dihuni oleh orang-orang Yahudi”
Perjanjian Umar (konvensi Umar r.a) ini tetap dihormati dan dilaksanakan sepanjang sejarah Islam, karena kaum Muslimin dipenintahkan untuk mentaati sunnah Khalifah Rasyidin yang mendapat petunjuk. Adalah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Umar r.a adalah termasuk di antara mereka, sehingga muncul suatu masa yang melanggar dan membuat kepalsuan terhadap Umar ra. dengan menghapus teks penjanjian Umar tentang pelarangan onang orang Yahudi bermukim di Baitul Maqdis, dan kami tidak tahu bila teks perjanjian Umar ini dipalsukan. Oleh karena itu mulailah orang-orang Yahudi masuk menyelinap ke Baitul Maqdis ketika orang-orang Islam sedang lengah.
Sejarah perang Salib telah mencatat untuk kita segala musibah yang menimpa Kota suci ini ketika ia diduduki oleh tentena Salib, di mana mereka telah membunuh enam puluh ribu jiwa di dalam masjidnya dan kota ini tetap tertawan di tangan kaum Salib selama sembilan puluh tahun, sehingga ia dibebaskan oleh Panglim Muslim Al-Muzaffan Salahuddin AI-Ayyubi rahimahullah pada tahun 1187 M setelah mendapatkan kemenangan ke atas tentara Salib dalam pertempuran Hittin yang masyhur. Sebagal penyempurnaan dan apa yang telah dicapai sebelumnya oleh dua panglima besar iaitu: Imaduddin Zanki dan anaknya Nuruddin Zanki yang syahid.
Sejarah tidak pernah menoleh akan adanya “kewujudan” Yahudi di Palestin dan sejarah juga tidak memberi pèrhatian kepada hal itu dan Ia hanya memperlakukan mereka sebagaimana negeri Islam memperlakukan penduduk Ahluzzimah dengan toleransi, kemurahan, keadilan dan kebaikan.
Penaklukan tentara Islam atas Palestina yang begitu cepat disebabkan berbagal faktor. Salah satunya adalah tekanan para penguasa Bizantium-Kristen terhadap bangsa Semit. Meskipun sama-sama beragama Kristen, mereka memandang bangsa Arab lebih dekat kepeda mereka daripada bangsa Eropa. Hal mi memudahkan tentara Islam untuk memasuki negeri itu. Selain itu, kedatangan tentara Islam dengan membawa prinsip toleransi beragama telah mendorong penduduk Yerusaleni untuk mengadakan perjanjian damai dengan pihak Islam. Perjanjian itu dilakuken Khalifah Umar sendiri dan patriark (pemimpin) Yerusalem yang menyerahkan kunci kota itu kepadanya. Prinsip ini telah menarik banyak penduduk untuk memeluk Islam. Sejak itu. Palestina berada dalam kekuasaan Islam di bawah otoritas gubernur Mesir. Penduduknya menikmati keamanan dan ketenteraman. bahkan pada masa pemerintahan Bani Umayah dan Bani Abbasiyah banyak di antara mereka yang berpengaruh dalam hal kenegaraan.
Ketika dunia Islam mengalami masa disintegrasi (1000-1200), Palestine pernah berkali-kali menjadi arena Perang Salib. Dengan jatuhnya Asia kecil (Anatolia) ke tangan Dinasti seljuk, perjalanan umat kristen Eropa yang akan melakukan ziarah ke Palestina menjadi terhalang. Untuk membuka kembali jalan itu. Paus Urbanus II berseru kepada umat Kristen Eropa pada 1095 supaya mengadakan perang suci terhadap Islam. Perang Salib I terjadi antara tahun 1096-1144, Perang Salib II antara 1144-1192 dan Perang Salib III antara 1193-1291. Namun mereka tidak pernah berhasil merebut Palestina dan kekuesaan Islam.
Selama 400 tahun Palestine berada di bawah kekuasaan Turki Usmaniyah. Hal ini dimulai pade 1517 dalam rangka serangan Sultan Salim I terhadap kerajaan Mamluk Mesir dan berakhir pada 1917/1918. ketika Inggris merebut kawasan Bulan Sabit (Fertile Crescent) yang subur dan pendudukan orang Turki Usmani. Periode antara abad ke-18-20 merupakan masa perubahan dramatis. Perubahan tersebut disebabkan oleh beberape faktor. yaitu: (1) penetrasi bangsa asing dan keterlihatan mereka dalam urusan internal menjadikan Palestine arena persaingan antar kekuaten Erope: (2) pertambahan penduduk yang meledak dengan emigrasi Yahudi Eropa secara besar-besaran sebagai akibat penindasan terhadap mereka di Eropa Timur dan munculnya ideologi Zionisme; (3) munculnya konsep pasar dunia akibat terjadinya perkembengan ekonomi dan meluasnye hubungan antarnegara; (4) perubahan dalam peran pemerintahen dan struktur administrasi; (5) munculnya kekuatan sosial baru; dan (6) terbukanye jalan bagi pengaruh kultural Barat (7) Kerakusan Zionis Internasional memaksakan kehendaknya mendirikan negara Israel diatas tanah bangsa Arab Muslim. Semua perubahan ni den perkembangan kontemporer lainnya telah meninggalkan bekas begi konflik yang tak kunjung selesai sampai dewasa ini
Dalam masa itu, sejak serangan berbagai bangsa datang silih berganti terhadap Palestine, umat Yahudi meninggalkan negeri ini dan menyebar ke berbagai negeri (diaspora penyebaran), seperti ke Maroko, Spanyol, Rusia, Jerman dan Polandie. Watak ketertutupan pada bangsa lain dan sifat individualistis serta anggapan bahwa mereka merupakan bangsa pilihan menimbulkan kebencian terhadap bangsa ni. Akibatnya, mereka sering dikejar-kejar oleh penduduk asli setempat. Keadaan seperti ini menimbulkan kesadaran mereka untuk kembali ke tanah perantauan asal (Palestine). Kesadaran itu melahirkan gerakan yang disebut Zionisnme. Pendirinya adalah Theodore Herzl yang pada 1896 menerbitkan Der Judenstaat (The Jewish State Negara Yahudi). Buku ni berisi seruan pada bangsa Yahudi untuk membentuk sebuah negeri Yahudi di Palestina.


4. PENJAJAHAN YAHUDI ATAS BAITUL MAQDIS
Terdapat tiga tahapan Teroris Negara Israel dalam usahanya menduduki Palestina. Tahap Pertama: Merintis berdirinya Negara Israel; semenjak pendudukan pertama zionisme di Palestina sehingga berdirinya Negara Israel (1880-1948). Dalam tahapan ini muncul berbagai organisasi terorisme zionis yang melakukan kekerasan dan teror di Palestina untuk membangun pemukiman-pemukiman yang merupakan benteng kokoh yang memiliki jaringan pertahanan antara yang satu dengan lainnya yang siap menyerang setiap saat. Yigal Alon, seorang pemimpin Balmach, dalam bukunya “Pembentukan Tentara Israel’ mengatakan,” Sejak tahun 1880, ketika negeri ini masih berada dibawah Khilafah Usmaniyah penduduk Yahudi tidak lebih dan puluhan ribu saja (menurutnya saat itu sekifar 24.000) pembentukan sel-sel militer rahasia telah dimulai. Organisasi rahasia penting yang lahir adalah Hasyumer dan Haghana. Tahap Kedua, sejak berdirinya Negara Israel sehingga pertempuran tahun 1967 (1948-1967): Negara dan Terorisme Negara; setelah mereka berhasil mendirikan negara, banyak kalangan yang memperkirakan bahwa Israel akan menghentikan secara bertahap bentuk-bentuk terorismenya. Tetapi ternyata pandangan tersebut meleset, justru pada saat bersamaan muncul empat buah fenomena berikut; 1) Pembentukan pasukan pertahanan Israel dan unsur—unsur organisasi teronisme zionisme seperti Haghana, Balmach, Arghon, Stern dan lain-lain. 2) Para pejabat organisasi-organisasi teronisme tersebut kemudian menduduki berbagai posisi penting di pemenintahan Israel. 3) Pasukan Israel yang baru terbentuk ml, ternyata mempertahankan landasan terorisme sebagai dasar gerakan. 4) Pemerintah Israel tetap melanjutkan kebijakan terorismenya dalam ben.tuk teronisme negara. Tahap Ketiga, Perluasan Wilayah Pendudukan, sejak dimulainya ekpansi pendudukan pada perang 1967 hingga dewasa ini. Ketika wilayah pendudukan Israel bertambah luas paska perang Juni 1967 hingga meliputi Tepi Barat dan Jalur Gaza, Sinai dan Golan, muncullah kondisi baru yang menuntut diterapkannya metode-metode baru dalam melakukan terorisme negara. Pada tahap ini bentuk-bentuk aksi terorisme zionisme telah berkembang, baik kuantitas maupun kualitas baik waktu maupun tempatnya. Diantaranya adalah, pembunuhan terencana, memprovokasi dan menyerang warga Arab dimana saja, penghancuran masjid, bis dan kendaraan-kendaraan pribadi, rumah dan fasilitas umum, penyiksaan fisik, embargo ekonomi, penculikan, pembantaian sistematis, pengrusakan areal pertanian dengan racun maupun bouldoser, membunuh ternak, menghancurkan pusat-pusat perdagangan, mengebom sarana-sarana umum, meruntuhkan rumah-rumah penduduk dan lain-lain. Aksi terorisme yang masih baru adalah Pengahancuran Jenin, Pembunuhan para tokoh Hamas semisal Ahmad Yasin, Abdul Aziz Rantisi, pengeboman satu bulan penuh Libanon Selatan, penculikan dan pemenjaraan 40 ahli dewan dan 35 setingkat camat dan bupati dan Hamas tanpa adanya satu alasan dan bukti, aksi-aksi mi terus memuncak sehingga han ini.
Pada Juni 1967 “Perang Enam Han” Israel melakukan sebuah operasi yang mirip dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah Fasis Jepang pads tanggal 7 Desember 1941 atas Pearl Harbour, yang tanpa sesuatu pernyataan perang menyerang pusat pangkalan Amerika. Pada tanggal 5 Juni 1967, tanpa ada suatu pernyatan perang skwadron-skwadron angkatan udara Israel menghancun-leburkan angkatan udara Mesir yang masih berada di atas landasan. Mesir tidak bisa bangkit menyerang Israel karena hampir semua angkatan udaranya lumpuh.
Kejahatan penang yang mereka lakukan terhadap negara-negara Arab sekelingnya khususnya Mesir membuahkan basil yang mereka harapkan. Setelah tahun 1967 kaum Zionis tersebut menduduki sebuah wilayah yang luasnya tiga kali lebih besar dan pada wilayah yang diberikan pada mereka bendasarkan pembagian yang ditetapkan pada tahun 1947. Salah satu wilayah caplokan barunya adalah Tebing Barat, Jalur Gaza dan Baitul Maqdis yang jatuh pada tanggal 8 Juni 1967. Sejak itu pemenintah Israel membangun pemukiman Yahudi secara besar-besaran dengan bantuan dan Organisasi Zionis Internasional, bank-bank Yahudi dan berbagai lembaga atau yayasan Yahudi di seluruh dunia. Khusus terhadap Baitul Maqdis dilakukan peng-Yahudian secara besar-besaran.
Sejak jatuhnya Baitul Maqdis pada Juni 1967, Israel telah melakukan perbuatan perbuatan yang keji dan menyakitkan hati umat Islam. 1) Menciptakan ritual baru di dinding Masjid aI-Aqso yang disebut “Dinding Ratapan’ satu bentuk penibadatan baru yang tidak tertulis dalam kitab Taurot, Talmut maupun kitab-kitab kuno para pemimpin agamanya. Kawasan tersebut dirampas dan umat Islam. 2) Membakar masjid aI-Aqso pada tahun 1969. 3) Menggali berpuluh-puluh terowongan dan menciptakan ruang-ruang khusus untuk ritual, musium dll yang berada tepat dibawah masjid al-Aqso. 4) Membangun sebuah kota agama untuk para wisatawan asing maupun lokal, dan bisa dinikmati oleh para pengunjung khususnya para generasi muda Yahudi. 5) Israel sengaja membuat kota wisatawan itu dan batu-batu buruk dan arsitektur klasik yang seakan-akan menggambarkan bahwa ía telah berusia ratusan tahun, gunanya untuk mengelabuhi para wisatawan dan khususnya generasi baru Yahudi bahwa Haikal Sulaiman itu memang wujud dibawahnya. 6) Mengizinkan para wisatawan asing maupun lokal untuk memasuki masjid al-Aqsha. 7) Melarang umat Islam yang berusia dibawah 44 tahun memasuki dan solat didalam masjid al-Aqsha. 8) Mendirikan pemukiman-pemukiman baru bagi warga Yahudi yang dekat dengan masjid dengan cara merampas tanahnya dan para pemiliknya bangsa Palestina. Sehingga Masjid al-Aqsha sekarang sudah mulai terkepung dengan pemukiman-pemukiman baru warga Yahudi. 9) Membangun tempat-tempat maksiyat semisal cafe-cafe untuk berdansa dan meminum minuman keras persis di depan mihrab masjid al-Aqsha.
Masjid al-Aqsha sekarang telah tertawan oleh kebuasan Israel di tengah-tengah lalainya bangsa Arab Muslim yang jumlahnya hampir seratus juta, atau satu milyar umat Islam di seluruh dunia. Al-Quds memerlukan para mujahid sejati semisal Umar bin al-Khottob yang berhasil rnembukanya dan tangan-tangan kolonialis Romawi Timur yang zalim untuk dilestanikan kesuciannya dijaga kehormatannya sebagaimana dahulu berada dibawah jagaan para ambiya. Al-Quds memerlukan pejuang gagah berani semisal Solahuddin al-Ayyubi yang menyatukan umat Islam sehingga berhasil memerdekakannya dan tangan-tangan salibis yang telah mengotorinya hampir sembilan puluh tahun. Umat Islam adalah penerus mata rantai para anbiya’ dengan akidahnya yang lurus, oleh karena itu sudah tentu mereka yang paling berhak menjaga kesucian dan kehormatan masjid al-Aqsha tersebut. Kita berdoa semoga masjid al-Aqsha cepat dikembalikan oleh Allah s.w.t ketangan umat Islam.

  kirim ke teman |   versi cetak


Ada 2 komentar tentang artikel ini :

Hamasah akh/ukh!
Kamis, 07 Juni 07 - oleh : AHerz 43
Dukung perjuangan mujahid mujahidah palestina baik scr moril maupun materiil. Dukungan Indonesia untuk Palestina dpt qta tunjukkan dlm wktu dkat ini. Bundaran HI menanti mnjadi saksi prjuangan kita, akh/ukh! ^_^ 10 juni 2007
Ana mnanti antum/antunna d sana...

mereka saudara kita
Kamis, 07 Juni 07 - oleh : Asma41
Penjajahan Zionis israel dan antek-anteknya di tanah suci Palestini telah menyengsarakan saudara kita, dan yang menjadi pertayaan kita sekarang adalah apa yang sudah kita berikan untuk mereka, dan pernahkah kita mendoakan mereka agar terbebas dari penjajahan zionis israel.Saudaraku di palestina percaya dan yakin para penjajah terlaknat itu akan kita kalahkan mari kita bersatu bahu-membahu memerangi mereka dari segala bidang salah satu lewat produk mereka, dan yakinlah islam akan kembali berjaya dan semoga kita menjadi bagian dari kejayaan islam tidak sekedar menjadi penonton tapi pelaku.Semangat.....

Formulir Komentar | Aturan >>

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar

 
   
   Pencarian

cari di  
 

   Jajak Pendapat
Bagaimana pandangan anda tentang Serum G sebagai lembaga dakwah FMIPA :

Sangat Optimal
Optimal
Kurang Optimal
Tidak Optimal
Netral


   Kalender